
Marhaban Ya Ramadhan, alhamdulillah sebuah karunia yang luar biasa dari Allah kita dipertemukan kembali dengan bulan Ramadhan. Bulan yang selalu dinanti dan dirindukan oleh ummat Islam, semoga kita semua dapat mengoptimalkan ibadah dan meningkatkan produktivitas pada bulan Ramadhan ini.
Pada bulan Ramadhan, memang kita mengalami perubahan siklus makan, sarapan digantikan dengan sahur, makan malam digantikan dengan berbuka, hanya makan siang yang tidak kita lakukan. Perubahan siklus makan ini yang menyebabkan bagi sebagian orang yang tidak terbiasa puasa akan mengalami penurunan stamina. Hal ini bisa disebabkan karena perubahan waktu istirahat/tidur dan juga pengurangan asupan nutrisi ke dalam tubuh yang menyebabkan penurunan energi yang dapat dikeluarkan oleh tubuh.
Salah satu cara agar badan tidak terlalu cepat lemas ketika puasa maka disarankan untuk memperbanyak asupan serat, karbohidrat, lemak dan protein. Serat bisa diperoleh dari buah-buahan, karbohidrat dan sayur-sayuran. Sebagai pelengkap kebutuhan protein dan kalori dapat juga mengkonsumsi susu dan madu saat sahur. Selain asupan makanan perlu juga memperhatikan manajemen makan sahur maupun berbukanya, yaitu mengakhirkan sahur dan mempercepat berbuka serta tidak berlebih-lebihan ketika menyantapnya.
Kendati sedang menjalankan puasa, pegiat beladiri secara umum dan tamid Thifan Po Khan tidaklah menjadikan puasa sebagai penghalang untuk tetap berlatih. Menurut dokter olah raga Carmen Yahya, berolahraga disaat puasa disiasati dengan mengubah waktunya saja, sebaiknya dilakukan beberapa saat sebelum maghrib dan sesudah berbuka. Para atlet binaan dr Carmen Yahya tetap melakukan latihan minimal 3-4 jam sehari, hal ini dilakukan agar atlet tidak mengalami penurunan fisik. Bagaimana dengan kualitas tamid Thifan?
Pengalaman beberapa senior Thifan, ketika bulan Ramadhan ada beberapa pilihan waktu yang dapat digunakan untuk berlatih, Pertama adalah sebelum berbuka, sekitar pukul 16.00 atau 16. 30 kita dapat memulai latihan, diawali dengan latihan ringan, diteruskan dengan latihan standar hingga mendekati waktu maghrib. Kedua, sekitar pukul 21.00 ketika sudah selesai melakukan sholat tarawih hingga sekitar pukul 23.00. Dan yang ketiga adalah sekitar pukul 03.00 setelah kita melakukan sholat malam dan sebelum sahur, untuk waktu yang ketiga ini memang lebih sempit kecuali kita bangun lebih awal sekitar pukul 00.00 dan latihan dapat kita lakukan setelah qiyamullail. Hal terpenting lainnya adalah pengaturan waktu istirahat yang cukup, karena dengan jumlah kalori yang terbatas maka kita harus menghemat energi untuk kegiatan yang tidak terlalu penting, misalnya menonton TV hingga larut malam, mengobrol atau ngerumpi.
Sejarah Islam mencatat, banyak peristiwa penting yang diraih pada bulan Ramadhan, kemenangan umat Islam pertama melawan kaum musyrikin dilakukan pada bulan Ramadhan 2 H, Ramadhan 8 H peristiwa Fathul Makkah, Ramadhan 658 H Sultan Quds berhasil mengalahkan pasukan Tartar dalam perang Ain Jalut, Sholahuddin Al Ayyubi pada Ramadhan 587 H penguasaan kota ’Asqolan yang merupakan pintu masuk kota Quds dari kaum nasrani, Ramadhan 1393 H tentara Mesir mampu menembus terusan Suez dan menghancurkan benteng Berlif serta menghancurkan kekuatan tentara Israel.
Keberhasilan ummat Islam dalam bulan Ramadhan menunjukkan bahwa bulan Ramadhan bukanlah bulan untuk istirahat, bulan libur berlatih ataupun bulan mengurangi produktifitas. Bulan Ramadhan adalah bulah keberhasilan, bulan prestasi dan bulan ibadah tentunya. Dengan target latihan 40 putaran jurus, mari kita buktikan bahwa di bulan Ramadhan kita juga mampu mencapainya, sehingga terbukti bahwa tamid Thifan memang benar berkualitas, ruhiah dan jasadiah. Allahu Akbar (hb)
[+/-] Selengkapnya...
[+/-] Ringkasan saja...